Capaian Realisasi Investasi Provinsi Bengkulu Tahun 2025: Memperkuat Sektor Unggulan dan Penyerapan Tenaga Kerja

  • Tim Pengelola Website
  • Disukai 0
  • Dibaca 56 Kali
Infografis Realisasi Investasi Provinsi Bengkulu Tahun 2025

Bengkulu. Berdasarkan data dari Satu Data BKPM RI, Provinsi Bengkulu mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp3,026 Triliun sepanjang tahun 2025 yang bersumber dari pelaksanaan 5.558 proyek di seluruh wilayah kabupaten dan kota. Aktivitas investasi ini memberikan dampak positif langsung terhadap penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyerapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 12.354 orang, atau mengalami pertumbuhan sebesar 3,48% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan serapan tenaga kerja ini menjadi salah satu indikator penting bahwa investasi yang masuk ke Provinsi Bengkulu mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Secara komposisi modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar Rp2.760,94 Miliar dari 5.156 proyek yang melibatkan 10.275 tenaga kerja. Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) terus menunjukkan eksistensinya melalui 402 proyek dengan nilai realisasi Rp265,91 Miliar, di mana investor dari Singapura, Malaysia, dan Inggris tercatat sebagai tiga mitra mancanegara dengan realisasi tertinggi. Sinergi antara modal domestik dan asing ini memperkuat posisi Bengkulu sebagai daerah yang terbuka dan kompetitif bagi para pelaku usaha.

Dilihat dari persebaran wilayah, Kota Bengkulu mencatatkan angka realisasi tertinggi senilai Rp719,93 Miliar, disusul oleh Kabupaten Seluma sebesar Rp708,69 Miliar, dan Kabupaten Bengkulu Utara sebesar Rp553,30 Miliar. Sementara itu, Kabupaten Bengkulu Selatan juga menunjukkan progresivitas yang stabil dengan nilai kenaikan nominal sebesar Rp126,22 Miliar atau tumbuh 55,00% dibandingkan pencapaian wilayah tersebut pada tahun lalu. Sebaran investasi yang semakin meluas ini diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan di seluruh pelosok provinsi.

Pada kategori sektor usaha, Industri Makanan tampil sebagai kontributor terbesar dengan nilai Rp724,85 Miliar, yang diikuti oleh sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan, serta sektor Perdagangan dan Reparasi. Berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), Industri Minyak Mentah Kelapa Sawit (CPO) masih menjadi primadona dengan nilai realisasi tertinggi mencapai Rp537,86 Miliar, disusul oleh Perkebunan Buah Kelapa Sawit dan Pertambangan Batu Bara. Fokus pada hilirisasi sumber daya alam ini diharapkan terus menciptakan nilai tambah bagi ekonomi daerah.

Secara kuantitas, dinamika investasi di Provinsi Bengkulu menunjukkan tren positif dengan perubahan jumlah proyek dari 3.062 pada tahun 2024 menjadi 5.558 proyek pada tahun 2025. Dari sisi frekuensi kegiatan, KBLI Perdagangan Eceran di minimarket/supermarket mencatatkan jumlah proyek terbanyak yakni 914 proyek, diikuti Konstruksi Sentral Telekomunikasi sebanyak 552 proyek, dan Perkebunan Buah Kelapa Sawit sebanyak 198 proyek. Kehadiran ribuan proyek baru ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi penguatan ekonomi daerah ke depannya.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif, memfasilitasi kebutuhan pelaku usaha, serta mengoptimalkan pelaporan kegiatan penanaman modal secara berkelanjutan demi kemajuan bersama.