Data Realisasi Investasi Bengkulu Semester I Tahun 2026
Infografis Realisasi Investasi Provinsi Bengkulu Semester I Tahun 2026
BENGKULU. Realisasi
investasi di Provinsi Bengkulu pada semester I tahun 2026 mencatatkan capaian
positif dengan menembus angka Rp2,85 triliun. Nilai ini melonjak sekitar 67,5
persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat
sebesar Rp1,70 triliun. Peningkatan signifikan ini menjadi indikator kuat
geliat ekonomi daerah di tengah upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu mengejar
target investasi yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah (RPJMD) serta target nasional dari Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM) Republik Indonesia.
Berdasarkan
sebaran wilayah, Kota Bengkulu menjadi penyumbang investasi terbesar dengan
nilai realisasi mencapai Rp1,34 triliun, melonjak pesat hingga 228,73 persen
dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp408,65 miliar. Posisi kedua
ditempati oleh Kabupaten Mukomuko dengan nilai Rp716 miliar, melonjak
signifikan 1.553,32 persen dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp43,30
miliar. Sementara itu, Kabupaten Bengkulu Selatan menyusul di posisi ketiga
dengan realisasi sebesar Rp295,97 miliar, tumbuh 57,90 persen dari angka
Rp187,43 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Ditinjau
dari komposisi modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi motor
utama penggerak investasi. PMDN menyumbang nilai realisasi sebesar Rp2,69
triliun, tumbuh sekitar 72,1 persen dibandingkan periode sebelumnya yang
sebesar Rp1,56 triliun. Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) juga
mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 15 persen, meningkat dari Rp137,51
miliar menjadi Rp158,19 miliar.
Dilihat
dari sektor, sektor Transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi menjadi
penyumbang tertinggi dengan nilai Rp1,17 triliun. Sektor Tanaman Pangan,
Perkebunan, dan Peternakan menyusul di posisi kedua dengan nilai Rp780,36
miliar, diikuti Industri Makanan sebesar Rp291,80 miliar, Jasa Lainnya sebesar
Rp190,18 miliar, serta Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp145,02 miliar.
Berdasarkan
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), aktivitas pelayanan
kepelabuhanan laut menjadi kontributor tunggal terbesar dengan nilai Rp987,22
miliar. Komoditas perkebunan juga tetap menjadi tulang punggung, dengan
perkebunan buah kelapa sawit menyumbang Rp751,45 miliar dan industri pengolahan
minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil) menyumbang Rp245,84 miliar.
Untuk
menjaga tren positif ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bengkulu berkomitmen memperkuat kemudahan perizinan
berusaha, mempercepat penyelesaian hambatan investasi dan menjalin komunikasi
proaktif dengan para investor demi melampaui target investasi sepanjang tahun
2026.
