Data Realisasi Investasi Bengkulu Semester I Tahun 2026

  • Tim Pengelola Website
  • Disukai 0
  • Dibaca 18 Kali
Infografis Realisasi Investasi Provinsi Bengkulu Semester I Tahun 2026

BENGKULU. Realisasi investasi di Provinsi Bengkulu pada semester I tahun 2026 mencatatkan capaian positif dengan menembus angka Rp2,85 triliun. Nilai ini melonjak sekitar 67,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,70 triliun. Peningkatan signifikan ini menjadi indikator kuat geliat ekonomi daerah di tengah upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu mengejar target investasi yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta target nasional dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kota Bengkulu menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai realisasi mencapai Rp1,34 triliun, melonjak pesat hingga 228,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp408,65 miliar. Posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Mukomuko dengan nilai Rp716 miliar, melonjak signifikan 1.553,32 persen dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp43,30 miliar. Sementara itu, Kabupaten Bengkulu Selatan menyusul di posisi ketiga dengan realisasi sebesar Rp295,97 miliar, tumbuh 57,90 persen dari angka Rp187,43 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Ditinjau dari komposisi modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi motor utama penggerak investasi. PMDN menyumbang nilai realisasi sebesar Rp2,69 triliun, tumbuh sekitar 72,1 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp1,56 triliun. Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 15 persen, meningkat dari Rp137,51 miliar menjadi Rp158,19 miliar.

Dilihat dari sektor, sektor Transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi menjadi penyumbang tertinggi dengan nilai Rp1,17 triliun. Sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan menyusul di posisi kedua dengan nilai Rp780,36 miliar, diikuti Industri Makanan sebesar Rp291,80 miliar, Jasa Lainnya sebesar Rp190,18 miliar, serta Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp145,02 miliar.

Berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), aktivitas pelayanan kepelabuhanan laut menjadi kontributor tunggal terbesar dengan nilai Rp987,22 miliar. Komoditas perkebunan juga tetap menjadi tulang punggung, dengan perkebunan buah kelapa sawit menyumbang Rp751,45 miliar dan industri pengolahan minyak mentah kelapa sawit (crude palm oil) menyumbang Rp245,84 miliar.

Untuk menjaga tren positif ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bengkulu berkomitmen memperkuat kemudahan perizinan berusaha, mempercepat penyelesaian hambatan investasi dan menjalin komunikasi proaktif dengan para investor demi melampaui target investasi sepanjang tahun 2026.