DPMPTSP Provinsi Bengkulu Gelar Rapat Evaluasi dan Pacu Strategi Target Investasi 2026

  • Tim Pengelola Website
  • Disukai 0
  • Dibaca 11 Kali
Rapat Rapat Pembahasan Capaian Realisasi Investasi Tw I & II dan Strategi Pemenuhan Target Tahun 2026 dihadiri segenap perwakilan DPMPTSP Se-Provinsi Bengkulu

BENGKULU. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bengkulu menggelar rapat evaluasi capaian realisasi investasi Triwulan I dan II Tahun 2026 pada Kamis (10/9/2026) di Ruang Rapat DPMPTSP Provinsi Bengkulu. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala DPMPTSP Provinsi Bengkulu ini dihadiri oleh jajaran perwakilan dinas penanaman modal dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu, hingga jabatan fungsional ahli madya dan fungsional ahli muda penanaman modal DPMPTSP Provinsi Bengkulu.

Rapat koordinasi ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk mengawal pemenuhan target investasi tahunan, mengevaluasi kendala teknis pelaporan di lapangan, serta merumuskan langkah bersama agar target pembangunan daerah dapat tercapai secara optimal hingga akhir tahun.

Evaluasi kinerja hingga Triwulan II menunjukkan adanya penurunan angka realisasi investasi yang cukup signifikan di wilayah Provinsi Bengkulu. Saat ini, capaian investasi daerah baru menyentuh angka 37 persen dari target RPJMD dan 49,7 persen dari target BKPM. Kepala DPMPTSP menegaskan bahwa tingginya realisasi investasi merupakan cerminan dari geliat perekonomian di daerah. Sejauh ini, Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Mukomuko menjadi daerah dengan capaian tertinggi di atas 50 persen, dengan pergerakan investasi yang didominasi sektor tersier dan industri pengolahan.

Dalam pembahasan rapat, terungkap bahwa berbagai faktor teknis di lapangan masih menjadi tantangan utama lambatnya pelaporan investasi. Beberapa kendala yang dihadapi daerah antara lain kelengkapan dokumen perizinan pelaku usaha yang belum rampung, perubahan struktur manajemen internal investor, hingga kendala teknis akun pelaporan. Selain itu, masih terdapat kekhawatiran dari sebagian pelaku usaha yang menganggap pelaporan kegiatan investasi berkaitan langsung dengan besaran pajak yang harus dibayarkan.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, DPMPTSP Provinsi Bengkulu bersama pemerintah kabupaten dan kota menetapkan sejumlah langkah penyelesaian untuk mengoptimalkan capaian pada Triwulan III. Pemerintah daerah akan memperkuat pola pendampingan langsung, memberikan edukasi mengenai pentingnya transparansi laporan investasi, serta membuka forum konsultasi daring untuk mengidentifikasi kendala sebelum periode pelaporan berakhir. Melalui sinergi dan pengawasan yang lebih intensif pada sektor energi, pertambangan, dan infrastruktur, seluruh jajaran optimis capaian realisasi investasi Provinsi Bengkulu dapat meningkat signifikan di sisa akhir tahun 2026.