DPMPTSP Provinsi Bengkulu Susun Strategi Maksimalkan Investasi TW IV 2025
Bengkulu, 9 Desember 2025. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bengkulu menyelenggarakan Press Release Realisasi Investasi Triwulan I dan II Tahun 2025 pada hari selasa, 9 Desember 2025. Rapat evaluasi yang digelar di Aula DPMPTSP ini bertujuan untuk menyampaikan hasil capaian investasi tw I dan tw II tahun 2025 serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengatasi hambatan investasi dan memaksimalkan capaian hingga akhir tahun.
Evaluasi menunjukkan tantangan utama berupa minimnya investasi baru di tahun 2025 dan kendala perizinan akibat perubahan regulasi PP 5 2021 ke PP 28 2025. Sektor perkebunan secara khusus terdampak, namun berkomitmen melaporkan realisasi kumulatif setahun berjalan. Selain itu, masalah kepatuhan pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sering terjadi akibat pergantian tim internal pelaku usaha.
Meski demikian, DPMPTSP mengidentifikasi potensi signifikan untuk Realisasi Triwulan IV. Sektor strategis akan menjadi fokus utama seperti proyek PLTP di Lebong dengan realisasi tower dan gardu induk, sektor industri dengan proyek besar yang siap realisasi pasca kendala logistik tuntas, sektor perkebunan dengan replanting di Bengkulu Utara dan selesainya masalah SBS di Bengkulu Selatan. Potensi investasi lainnya meliputi budidaya udang di Kaur, jasa, industri, pergudangan dan rumah sakit di Kota Bengkulu, serta kontribusi dari pelaku Usaha Kecil yang akan melaporkan LKPM periode semester.
Untuk mencapai target, DPMPTSP Provinsi Bengkulu menerapkan beberapa strategi. Pertama, pengawasan ketat dengan ancaman sanksi bagi pelaku usaha yang dua kali tidak menyampaikan LKPM. Kedua, strategi operasional mencakup penyusunan Short List pelaku usaha potensial di TW IV dan Longlist prioritas ke depan, serta mengoptimalkan komunikasi dan penyelesaian kendala real time melalui link Zoom bersama DPMPTSP kabupaten/kota. Dengan langkah terstruktur ini, DPMPTSP provinsi Bengkulu optimis investasi di triwulan IV akan mengalami peningkatan dan akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah tahun 2025.
