Kurasi BLINC 3.0 Petakan Potensi Investasi Unggulan 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu

  • Tim Pengelola Website
  • Disukai 0
  • Dibaca 8 Kali
Kurasi Blic 3.0

Bengkulu, 22 Mei 2026 — Dalam rangka memperkuat promosi dan pengembangan investasi daerah, Bank Indonesia menginisiasi kegiatan Inkubasi BLINC 3.0 sebagai bagian dari upaya pemetaan dan pengembangan potensi investasi di Provinsi Bengkulu.

Kegiatan inkubasi dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh perwakilan dari 10 kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu. Melalui kegiatan ini, masing-masing daerah mendapatkan pendampingan dalam mengidentifikasi, memetakan, serta mengembangkan potensi investasi yang menjadi keunggulan daerah.

Pemetaan potensi investasi dalam Inkubasi BLINC 3.0 difokuskan pada keunggulan dan karakteristik masing-masing daerah. Potensi yang dimiliki kemudian dikembangkan menjadi peluang investasi yang memiliki nilai tambah dan prospek untuk ditawarkan kepada calon investor.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah hilirisasi. Pengembangan potensi investasi diarahkan agar sumber daya dan komoditas unggulan daerah tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan melalui proses pengolahan dan penciptaan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Kegiatan Inkubasi BLINC 3.0 diinisiasi oleh Bank Indonesia dengan melibatkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bengkulu serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Bengkulu. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat perencanaan, pengembangan, dan promosi potensi investasi daerah.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga melibatkan kurator dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang memberikan penilaian serta masukan terhadap draft proposal investasi yang telah disusun oleh masing-masing kabupaten/kota.

Masukan dari para kurator menjadi bagian penting dalam proses inkubasi, terutama untuk menyempurnakan substansi proposal agar lebih komprehensif dan mampu menggambarkan potensi proyek secara jelas. Perbaikan mencakup berbagai aspek, mulai dari keunggulan daerah, potensi komoditas, peluang pasar, prospek investasi, hingga peluang pengembangan hilirisasi.

Melalui proses pendampingan tersebut, masing-masing kabupaten/kota diharapkan dapat menghasilkan proposal proyek investasi yang lebih matang, terstruktur, dan memiliki daya tarik bagi calon investor.

Inkubasi BLINC 3.0 juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.

Dengan adanya pemetaan dan pendampingan yang dilakukan secara terarah, berbagai potensi unggulan di 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu diharapkan dapat dikembangkan menjadi proyek investasi yang memiliki nilai tambah, khususnya melalui penguatan hilirisasi, sehingga pada akhirnya dapat mendorong peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.