Kurasi BLINC 3.0 Petakan Potensi Investasi Unggulan 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu
Kurasi Blic 3.0
Bengkulu, 22 Mei 2026 — Dalam rangka
memperkuat promosi dan pengembangan investasi daerah, Bank Indonesia
menginisiasi kegiatan Inkubasi BLINC 3.0 sebagai bagian dari upaya pemetaan dan
pengembangan potensi investasi di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan inkubasi dilaksanakan
secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh perwakilan dari 10
kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu. Melalui kegiatan ini, masing-masing daerah
mendapatkan pendampingan dalam mengidentifikasi, memetakan, serta mengembangkan
potensi investasi yang menjadi keunggulan daerah.
Pemetaan potensi investasi dalam
Inkubasi BLINC 3.0 difokuskan pada keunggulan dan karakteristik masing-masing
daerah. Potensi yang dimiliki kemudian dikembangkan menjadi peluang investasi
yang memiliki nilai tambah dan prospek untuk ditawarkan kepada calon investor.
Salah satu fokus utama dalam
kegiatan ini adalah hilirisasi. Pengembangan potensi investasi diarahkan agar
sumber daya dan komoditas unggulan daerah tidak hanya berhenti pada produksi
bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan melalui proses pengolahan dan
penciptaan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Kegiatan Inkubasi BLINC 3.0
diinisiasi oleh Bank Indonesia dengan melibatkan Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bengkulu serta Badan
Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi
Bengkulu. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat
perencanaan, pengembangan, dan promosi potensi investasi daerah.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan
juga melibatkan kurator dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang
memberikan penilaian serta masukan terhadap draft proposal investasi yang telah
disusun oleh masing-masing kabupaten/kota.
Masukan dari para kurator menjadi
bagian penting dalam proses inkubasi, terutama untuk menyempurnakan substansi
proposal agar lebih komprehensif dan mampu menggambarkan potensi proyek secara
jelas. Perbaikan mencakup berbagai aspek, mulai dari keunggulan daerah, potensi
komoditas, peluang pasar, prospek investasi, hingga peluang pengembangan
hilirisasi.
Melalui proses pendampingan
tersebut, masing-masing kabupaten/kota diharapkan dapat menghasilkan proposal
proyek investasi yang lebih matang, terstruktur, dan memiliki daya tarik bagi
calon investor.
Inkubasi BLINC 3.0 juga
diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia,
serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam menciptakan iklim
investasi yang semakin kondusif.
Dengan adanya pemetaan dan
pendampingan yang dilakukan secara terarah, berbagai potensi unggulan di 10
kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu diharapkan dapat dikembangkan menjadi
proyek investasi yang memiliki nilai tambah, khususnya melalui penguatan hilirisasi,
sehingga pada akhirnya dapat mendorong peningkatan investasi dan pertumbuhan
ekonomi daerah.
