Realisasi Investasi Provinsi Bengkulu TW III 2025: Dorongan Sektor Unggulan dan Peningkatan Penanaman Modal Asing
Dashboard Realisasi Investasi Provinsi Bengkulu dari Satu Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM RI
Berdasarkan
data dari Satu Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM RI, Realiasi
Investasi Provinsi Bengkulu Triwulan III tahun 2025 mencapai Rp
628,23 M. Pencapaian ini didukung oleh pelaksanaan 1.202 proyek investasi dan sukses
menyerap tenaga kerja Indonesia (TKI) sebanyak 3.070
orang. Peningkatan signifikan terlihat jelas dari kenaikan investasi
Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 241,53%
yang kini menembus angka Rp 70,94 Miliar,
melampaui capaian triwulan sebelumnya sebesar Rp 20,77 Miliar. Sementara itu,
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan realisasi sebesar Rp 557,28 Miliar. Kenaikan jumlah
proyek PMA pun turut mengindikasikan iklim investasi yang semakin positif,
yaitu bertambah dari 95 proyek menjadi 105 proyek, atau naik 10,53%.
Tiga
Sektor dengan Kontribusi Terbesar dan Realisasi Sektor Unggulan
Tiga
sektor menjadi tulang punggung realisasi investasi terbesar di Bengkulu
pada periode ini. Sektor Tanaman Pangan,
Perkebunan, dan Peternakan yang merupakan sektor unggulan, menduduki
peringkat pertama dengan realisasi mencapai Rp 112,77
Miliar, bahkan menunjukkan lonjakan fantastis sebesar 158,78% dibandingkan Triwulan II
2025. Di posisi kedua, Industri Makanan
berkontribusi sebesar Rp 103,06 Miliar,
dan disusul oleh sektor Perdagangan dan
Reparasi dengan realisasi Rp 100,08
Miliar.
Secara
spesifik, KBLI dengan realisasi tertinggi berasal dari aktivitas Perkebunan Kelapa Sawit yang mencatatkan realisasi Rp 96,38 Miliar
dan mengalami pertumbuhan hingga 267,71%
dari triwulan sebelumnya. Realisasi tinggi juga dicatatkan oleh Aktivitas Rumah Sakit Swasta yang
melonjak tajam 1.759,51% menjadi Rp 84,26 Miliar, serta Perdagangan Eceran Bahan Bakar Minyak,
Bahan Bakar Gas (BBG), dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Sarana Pengisian
Bahan Bakar Transportasi Darat, Laut, dan Udara yang mencapai Rp 52,26 Miliar.
Sektor
unggulan yang terdiri dari pertambangan,
perkebunan dan perikanan juga menunjukkan kinerja positif. Tercatat
Pertambangan batubara meningkat 49,18%
menjadi Rp 15,75 Miliar dan pertambangan
emas dan perak menyumbang Rp 1,12
Miliar. Sektor unggulan dari perkebunan lainnya adalah perkebunan karet dan tanaman penghasil getah lainnya
dengan realisasi Rp 14,18 Miliar. Sementara di
sektor perikanan, pembesaran crustacea
air payau mencatatkan realisasi yang signifikan hingga 19,74 M.
Kota
dan Kabupaten dengan Kinerja Terbaik
Secara
kewilayahan, Kota Bengkulu menjadi penyumbang
realisasi investasi terbesar dengan angka Rp 209,52
Miliar, diikuti oleh Bengkulu
Utara dengan Rp 105,15 Miliar,
dan Kabupaten Seluma dengan Rp 95,73 Miliar.
Namun,
dari sisi persentase kenaikan dibandingkan triwulan sebelumnya, Kabupaten Muko-Muko menunjukkan peningkatan
tertinggi, meroket 296,53% dari Rp
8,76 Miliar menjadi Rp 34,77 Miliar.
Kabupaten Kaur menyusul dengan kenaikan 126,03%, dari Rp 15,36 Miliar
menjadi Rp 34,73 Miliar. Sementara itu, Bengkulu Utara mencatatkan
kenaikan 21,41%, dari Rp 86,61 Miliar
menjadi Rp 105,15 Miliar.
Realisasi
PMA
Realisasi
PMA didominasi oleh tiga negara investor terbesar. Singapura
menempati urutan pertama dengan realisasi sebesar Rp 24,08
Miliar, di mana Rp 13,96 Miliar
di antaranya berasal dari klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) Pertambangan Batubara.
Selanjutnya, Inggris menyumbang 16,25 M dengan
13,61 M realisasi berasal dari industri minyak mentah kelapa sawit (CPO) dan Jepang mencatatkan realisasi Rp 13,77 Miliar dengan 7,22 M dari
Internet service provider . Peningkatan realisasi PMA ini menegaskan bahwa Bengkulu masih diperhitungkan sebagai destinasi
investasi yang menarik bagi pemodal internasional.
