Realisasi Investasi Provinsi Bengkulu TW III 2025: Dorongan Sektor Unggulan dan Peningkatan Penanaman Modal Asing

  • Tim Pengelola Website
  • Disukai 0
  • Dibaca 44 Kali
Dashboard Realisasi Investasi Provinsi Bengkulu dari Satu Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM RI

Berdasarkan data dari Satu Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM RI, Realiasi Investasi Provinsi Bengkulu Triwulan III tahun 2025 mencapai Rp  628,23 M. Pencapaian ini didukung oleh pelaksanaan 1.202 proyek investasi dan sukses menyerap tenaga kerja Indonesia (TKI) sebanyak 3.070 orang. Peningkatan signifikan terlihat jelas dari kenaikan investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 241,53% yang kini menembus angka Rp 70,94 Miliar, melampaui capaian triwulan sebelumnya sebesar Rp 20,77 Miliar. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan realisasi sebesar Rp 557,28 Miliar. Kenaikan jumlah proyek PMA pun turut mengindikasikan iklim investasi yang semakin positif, yaitu bertambah dari 95 proyek menjadi 105 proyek, atau naik 10,53%.

Tiga Sektor dengan Kontribusi Terbesar dan Realisasi Sektor Unggulan

Tiga sektor menjadi tulang punggung realisasi investasi terbesar di Bengkulu pada periode ini. Sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan yang merupakan sektor unggulan, menduduki peringkat pertama dengan realisasi mencapai Rp 112,77 Miliar, bahkan menunjukkan lonjakan fantastis sebesar 158,78% dibandingkan Triwulan II 2025. Di posisi kedua, Industri Makanan berkontribusi sebesar Rp 103,06 Miliar, dan disusul oleh sektor Perdagangan dan Reparasi dengan realisasi Rp 100,08 Miliar.

Secara spesifik, KBLI dengan realisasi tertinggi berasal dari aktivitas Perkebunan Kelapa Sawit yang mencatatkan realisasi Rp 96,38 Miliar dan mengalami pertumbuhan hingga 267,71% dari triwulan sebelumnya. Realisasi tinggi juga dicatatkan oleh Aktivitas Rumah Sakit Swasta yang melonjak tajam 1.759,51% menjadi Rp 84,26 Miliar, serta Perdagangan Eceran Bahan Bakar Minyak, Bahan Bakar Gas (BBG), dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Sarana Pengisian Bahan Bakar Transportasi Darat, Laut, dan Udara yang mencapai Rp 52,26 Miliar.

Sektor unggulan yang terdiri dari pertambangan, perkebunan dan perikanan juga menunjukkan kinerja positif. Tercatat Pertambangan batubara meningkat 49,18% menjadi Rp 15,75 Miliar dan pertambangan emas dan perak  menyumbang Rp 1,12 Miliar. Sektor unggulan dari perkebunan lainnya adalah perkebunan karet dan tanaman penghasil getah lainnya dengan realisasi Rp 14,18 Miliar. Sementara di sektor perikanan, pembesaran crustacea air payau mencatatkan realisasi yang signifikan hingga 19,74 M.

Kota dan Kabupaten dengan Kinerja Terbaik

Secara kewilayahan, Kota Bengkulu menjadi penyumbang realisasi investasi terbesar dengan angka Rp 209,52 Miliar, diikuti oleh Bengkulu Utara dengan Rp 105,15 Miliar, dan Kabupaten Seluma dengan Rp 95,73 Miliar.

Namun, dari sisi persentase kenaikan dibandingkan triwulan sebelumnya, Kabupaten Muko-Muko menunjukkan peningkatan tertinggi, meroket 296,53% dari Rp 8,76 Miliar menjadi Rp 34,77 Miliar. Kabupaten Kaur menyusul dengan kenaikan 126,03%, dari Rp 15,36 Miliar menjadi Rp 34,73 Miliar. Sementara itu, Bengkulu Utara mencatatkan kenaikan 21,41%, dari Rp 86,61 Miliar menjadi Rp 105,15 Miliar.

Realisasi PMA

Realisasi PMA didominasi oleh tiga negara investor terbesar. Singapura menempati urutan pertama dengan realisasi sebesar Rp 24,08 Miliar, di mana Rp 13,96 Miliar di antaranya berasal dari klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) Pertambangan Batubara. Selanjutnya, Inggris menyumbang 16,25 M dengan 13,61 M realisasi berasal dari industri minyak mentah kelapa sawit (CPO) dan Jepang mencatatkan realisasi Rp 13,77 Miliar dengan 7,22 M dari Internet service provider . Peningkatan realisasi PMA ini menegaskan bahwa Bengkulu masih diperhitungkan sebagai destinasi investasi yang menarik bagi pemodal internasional.