Top 3 Sektor dengan Realisasi Investasi Terbesar di Provinsi Bengkulu pada Triwulan I 2026

  • Tim Pengelola Website
  • Disukai 0
  • Dibaca 12 Kali
Infografis Top 3 Sektor dengan Realisasi Tertinggi pada Triwulan I 2026

BENGKULU. Realisasi investasi pada triwulan pertama tahun 2026 di Provinsi Bengkulu menunjukkan pergeseran tren yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi berhasil mencatatkan rekor sebagai kontributor investasi terbesar dengan nilai realisasi mencapai Rp1,03 triliun dari total 87 proyek yang terdiri atas 14 proyek Penanaman Modal Asing (PMA) dan 73 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pencapaian pada sektor ini didorong kuat oleh Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut yang membukukan nilai realiasi investasi sebesar Rp987,2 miliar, di mana Kota Bengkulu menjadi pusat dominasi penyerapan modal dengan kontribusi hingga Rp1,015 triliun. Selain sektor kepelabuhanan, pertumbuhan modal pada sektor unggulan ini juga disokong oleh Aktivitas Kebandarudaraan sebesar Rp22,41 miliar serta aktivitas infrastruktur jalan tol sebesar Rp16,4 miliar.

Pada posisi kedua, sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan terus memperkokoh daya tariknya bagi para investor dengan total nilai realisasi investasi sebesar Rp719,68 miliar. KBLI Perkebunan Buah Kelapa Sawit menjadi pendorong utama pada sektor ini setelah mengantongi nilai investasi mencapai Rp701,39 miliar dari total 66 proyek sepanjang triwulan pertama. Jika ditinjau berdasarkan cakupan wilayahnya, Kabupaten Mukomuko menjadi penyumbang terbesar untuk KBLI perkebunan kelapa sawit tersebut dengan capaian Rp646,91 miliar. Penyerapan modal pada sektor ini kemudian disusul oleh kegiatan Perkebunan Karet dan Tanaman Penghasil Getah Lainnya dengan nilai realisasi Rp15,78 miliar, serta Aktivitas Jasa Pasca Panen yang mencatatkan nilai sebesar Rp1,75 miliar.

Selanjutnya, sektor Industri Makanan menempati urutan ketiga dalam deretan penyerapan investasi terbesar dengan total modal terdistribusi mencapai Rp240,47 miliar dari 58 proyek berjalan. Subsektor pengolahan turunannya yakni KBLI Industri Minyak Mentah Kelapa Sawit (Crude Palm Oil) mendominasi capaian sektor ini melalui 44 proyek bernilai Rp211,36 miliar, dimana Kabupaten Bengkulu Selatan tercatat sebagai lokasi penerima realisasi terbesar sebesar Rp158,07 miliar. Selain itu, porsi realisasi pada sektor Industri Makanan ini juga didukung oleh KBLI Industri Pemisahan atau Fraksinasi Minyak Mentah Kelapa Sawit dan Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit sebesar Rp20 miliar, serta KBLI Industri Air Kemasan sebesar Rp9,07 miliar.

Capaian realiasi investasi pada awal tahun 2026 ini menunjukkan pergerakan yang unik sekaligus dinamis jika dibandingkan dengan struktur realisasi investasi pada triwulan pertama tahun 2025. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya, tumpuan investasi daerah justru dikuasai oleh sektor Pertambangan dengan realisasi sebesar Rp166,08 miliar, diikuti oleh sektor Listrik, Gas, dan Air sebesar Rp162,34 miliar, serta sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan di posisi ketiga sebesar Rp130,02 miliar.

Perbandingan antara sektor pemuncak di kedua periode ini memperlihatkan lonjakan investasi yang luar biasa di mana nilai pimpinan sektor melesat dari Rp166,08 miliar pada Triwulan I 2025 menjadi Rp1,03 triliun pada Triwulan I 2026 meningkat lebih dari enam kali lipat. Di sisi lain, sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan menunjukkan tren positif dan konsisten bertahan di jajaran tiga besar penyumbang realisasi investasi daerah.